DINAS KETENAGAKERJAAN
Pemerintah Kota Medan

Berita Terbaru

  MEDAN | DNA - Pihak Dinas Sosial dan Tenaga Kerja kota Medan dituding telah melakukan diskriminasi dalam penegakan hukum karena hanya mengajukan Ir.Ermawan Arief Budiman (43) Manager PT PLN Sektor Pembangkitan Belawan sebagai terdakwa perkara pelanggaran UU Ketenagakerjaan dan UU Jamsotek.Hal itu dikemukakan Advokat Junaidi Matondang SH selaku Kuasa Hukum Ir.Ermawan Arief Budiman.S.Si kepada wartawan di PN Medan, Senin (9/8) menjawab pertanyaan wartawan seputar belum dijadikannya Direktris CV Efendy & Co,Ade Suryani Hasibuan sebagai tersangka oleh PPNS Disnaker kota Medan."Jelas ada ketidak adilan dan sudah ada diskriminasi yang dilakukan PPNS Disnaker kota Medan dalam proses penegakan hokum yang menimpa klien saya.Sebab,Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam jawabannya menanggapi eksepsi kita juga sependapat dengan kita agar Ade Suryani Hasibuan dijadikan tersangka," katanya.Bahkan lanjut Junaidi, JPU dalam jawaban tersebut juga telah mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyurati PPNS Disnaker kota Medan agar menjadikan Ade Suryani Hasibuan sebagai tersangka.

Artinya, jika permintaan JPU ini tidak dipenuhi PPNS Disnaker kota Medan tentu ada apa-apanya.  "Dalam eksepsi kita minta agar dalam dakwaan dicantumkan jo pasal 55 atau 56 KUHP dan soal eksepsi kita ditolak Majelis Hakim tidak apa-apa tetapi adanya permintaan JPU agar berkas terpisah tersangka /terdakwa Ade Suryani Hasibuan diajukan ke pengadilan seyogianya disikapi PPNS Disnaker Medan karena ini juga kehendak hukum," kata Junaidi.Menanggapi beralihnya tangggungjawab PT PLN Sektor Belawan dari CV Efendy & Co selaku penyedia tenaga kerja pembersihan bangunan gedung Instalasi P:TG,PLTGU Blok I dan Blok II dikarenanakan CV Efendy & Co tidak memiliki izin,menurut Junaidi,konsekwensinya batal demi hokum karena tidak ada pewarisan kejahatan.Seyogianya, persidangan lanjutan perkara terdakwa  Ir.Ermawan Arief Budiman yang digelar PN Medan dengan Ketua Majelis Hakim Drs Panusunan Harahap SH.MH beragendakan mendengar keterangan saksi-saksi.Namun,karena ruang sidang Cakra I akan digunakan untuk kegiatan lain maka persidangan diundur Senin depan.

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.