DINAS KETENAGAKERJAAN PEMERINTAH KOTA MEDAN

Selamat Datang di Website Dinas Ketenagakerjaan Pemerintah Kota Medan


DINSOSNAKER MEDAN DATANGAI PENYALUR PRT

BPMP Sumatera Utara   1426

 MEDAN (Waspada): Kasus dugaan penyiksaan terhadap Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Jl.Angsa, telah membuka mata Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Medan,yang selama ini kurang peduli terhadap jasa penyalur PRT. Rabu(3/12), pihak Dinsosnaker Medan mendatangi lokasi penyalur PRTdi Jl. Tengku Amir Hamzah. Di lokasi ini ada dua penyalur bernaung di bawah yayasan,yakni Yayasan Maya Lestari di Jl. Tengku Amir Hamzah No 124 Medan. Di yayasan ini ditemukan 3 PRT asal dari NTT. Ada yang sudah dua tahun bekerja dan ada yang sudah setahun. Namun, mereka tidak pernah menerima gaji dan tidak bisa berkomunikasi kepada keluarga. Di yayasan ini, Kadinsosnaker diterima Fika dan Yanti,mengkau pegawai yayasan.Ketiga PRT asal NTT itu, Nino Nubatonis 23, Nelci Koa, 23 dan Hendrina Karona, 20.

Nino Nubatonis yang mengaku masih keponakan dari Wagub NTT Beni Littlenoni ini berada di Medan selama dua tahun dan awal Desember lalu, dia habis kontrak. Sedangkan Nelci Koa dan Hendrina Karona belum habis masa kontrak.“Wagub NTT sepupu Ayah.Aku ke sini setelah tamat SMK Perikanan.Awalnya mau kerja di Dinas Perikanan di sana, tapi belum ada lowongan. Aku ke Medan mau menambah pengalaman,” kata Nino.Namun, di Medan Nino dijadikan PRT di satu rumah di Gang Buntu.’’Tapi aku tidak betah. Gaji tidak diberi. Saya hanya sebulan lebih di sana. Saya disuruh pakai sabun cuci piring. Kalau malam hari aku mau berdoa dan membaca alkitab langsung ditarik alkitabku, makanya aku minta pulang,” kata Nino.Setelah itu, Nino bekerja di Klinik Nila Dental di Jl. Sibolga. Di sana, dia merangkap pembantu dan waktu kerja terkadang hingga pukul 01:00 dini hari. “ Di klinik itu, aku juga tidak dapat gaji, katanya gaji dipegang oleh majikan, nanti kalau sudah mau pulang ke NTT baru diberikan. Janjinya gaji Rp800 ribu per bulan, ” ujar Nino yang akan kembali pada 9 Desember ini.Nino mengaku selama berada di Medan tidak boleh memegang HP dan tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga.Sedangkan, Hendrina Karona mengaku asal Sumba sampai menangis saat berbicara dengan orangtuanya. Baru kali itu dia berkesempatan memberi kabar kepada keluarganya setelah Kadisosnaker Medan memberikan HP- nya kepada Hendrina agar bisa berkomunikasi.Hendrina sebenarnya belum bisa pulang ke NTT, karena kontraknya masih setahun lagi, tapi dia mengaku sudah rindu sama orangtua.Apalagi selama setahun putus kontak. “Aku sudah setahun menjadi PRT dan selama itu tidak bisa komunikasi dan tidak terima gaji. Gaji disimpan sama majikan. Saya tidak bisa beli kebutuhan apa-apa.Katanya gajiku sebulan Rp1 juta,” kata Hendrina.

Saat ini Hendrina alergi di kakinya.Menurut majikannya di Jl. Bangka, dia bisa berobat tapi dipotong gaji. “Aku nggak tahu dipotong berapa, tapi aku mau pulang saja, biarlah dipotong untuk ongkos pulang pun tidak apa-apa yang penting aku mau pulang saja,” ujar Hendrina.Pengalaman Nelci Koa berbeda lagi.Awalnya dia bekerja menjadi PRT selama lima bulan, namun yang diterima hanya satu bulan gaji Rp1,2 juta, yang 4 bulan lagi dipotong untuk kebutuhannya. Bahkan, perjanjian kerja sudah tidak sesuai.“ Janjinya aku hanya merawat Ama (jompo perempuan), kenyataannya aku juga merawat suaminya yang stroke.Jadi dua orang jompo yang kurawat, dan gaji dipegang majikan.Komunikasi ke keluarga juga tidak bisa.Aku minta pulang saja,” ujar Nelci.Menurut Nelci, majikannya menakut-nakuti , jika dia ngotot mau pulang sebelum habis kontrak, didenda Rp60 juta.Tapi,kata Nelci,dia ngotot minta dikembalikan ke yayasan agar bisa pulang ke NTT. “Di sini aku sudah 3 hari, tapi aku tidak dikasih makan, kami di sini makan pakai uang sendiri.Aku minjam sama Nino, makanya aku minta pulang,”ujar Nelci.Mendengar pengakuan ini, Yanti, pegawai yayasan menampiknya. “Kamu kan yang mencelakai majikanmu, suaminya jatuh dari tangga, makanya kamu dipulangkan ke sini dan selama di sini mereka kami kasih makan, tapi mereka ini kadang mau makan bakso, nasi goreng.Kalau itu, ya beli pakai duit mereka sendirilah,” kata Yanti.Kadinsosnaker Medan Armansyah Lubis mengatakan, pihak yayasan harus memberi kebutuhan mereka hingga mereka dipulangkan pada 9 Desember nanti, termasuk kebutuhan makanan dan keperluan lainnya. Menurut Armansyah , saat ini terdaftar sebanyak 20 yayasan penyalur PRT di Medan.Selain ke Yayasan Maya Lestari, Tim menggerebek Yayasan Genta Bina Karyawan di Jl.Tengku Amir Hamzah dan Yayasan Bunda Harapan di Pinang Baris. Namun, dari kedua yayasan ini tidak ditemukan PRT. Setelah itu, Armansyah bertemu Dorce Dina, 43, PRT yang ditemukan di rumah Ahmad Parwez, alias Haji Kaka, abang SA di kantornya di Jl. Wahid Hasyim.Dorce mengaku dari Flores.Dia tiba di Jakarta 16 November 2012 ditampung di yayasan milik Lukijan di kawasan Pasar Senen, Kemayoran.Setelah itu, dia  dibawa SA ke Medan, bersama dua orang, Endang dan Rokhmaini (Ani).’’Saya bekerja menjadi PRT selama 6 bulan di rumah orang, tapi saya tidak digaji hingga sekarang sudah dua tahun saya di Medan, tidak dikasih gaji. Kata majikan, yang pegang gaji saya adalah SA,” kata Dorce.Setelah enam bulan menjadi PRT, Dorce kembali ke rumah SA dan bekerja selama kurang lebih setahun, kemudian bekerja di rumah H Kaka. “Saya bekerja di rumah H Kaka selama dua bulan. Saya menggantikan Cici.

Selama bekerja di rumah H Kaka, Dorce mengaku tidak pernah mendapatkan perlakukan kasar. “Saya diberi makan nasi kadang pakai sayur.Di rumah SA juga begitu,” ujar ibu tiga orang anak ini.Apakah selama di rumah SA, dia pernah mendengar atau melihat teman-temannya disiksa seperti pengakuan Endang dan Rokhmaini, Dorce mengatakan tidak pernah. “Saya tidak pernah dengar.Tapi saya tidak tahu, karena ibu itu (Ra) sering memutar musik India keras-keras,” kata Dorce.Bahkan, selama di rumah SA, Dorce mengaku tidak pernah diberi makan dedak, tapi tidur di bawah tangga dekat kandang kucing.Kadinsosnaker Medan Armansyah mengatakan, setelah Dorce diamankan, selanjutnya diserahkan ke Wakapolresta Medan. (m50)


BUKU TAMU



PESAN DAN SARAN


Kegiatan Bulan April 2021
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Ming
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930



Maps
Vidio MP3EI
JAJAK PENDAPAT

BAGAIMANA MENURUT ANDA TAMPILAN DAN ISI DARI WEBSITE INI?


STATISTIK WEBSITE

  Jumlah pengunjung hari ini : 1
  Jumlah pengunjung bulan ini: 481
  Jumlah hits hari ini : 1.177
  Total hits : 696.485
  Total pengunjung : 5.748
  Jumlah pengunjung online: 1


Download aplikasi Cinlok Medan

Copyright © 2013 DINAS KETENAGAKERJAAN PEMERINTAH KOTA MEDAN V.03 hak cipta dilindungi undang-undang
Jl. KH. Wahid Hasyim No. 14 Medan 20154, Sumatera Utara, Indonesia.
Telp. +62 61 4514424, +62 61 4511428 e-mail:sekretariat@dinsosnaker-medan.info
Copyright © 2021 DINAS KETENAGAKERJAAN PEMERINTAH KOTA MEDAN V.01 Mobile hak cipta dilindungi undang-undang
Jl. KH. Wahid Hasyim No. 14 Medan 20154, Sumatera Utara, Indonesia.
Telp. +62 61 4514424, +62 61 4511428 e-mail:sekretariat@dinsosnaker-medan.info

Download aplikasi Cinlok Medan