DINAS KETENAGAKERJAAN PEMERINTAH KOTA MEDAN

Selamat Datang di Website Dinas Ketenagakerjaan Pemerintah Kota Medan


TAHUN KE 5 PERINGATAN K3 DAN PENGHARGAAN MENAKERTRANS

BPMP Sumatera Utara   713

Oleh Syafitri TambunanTAHUN ke 5 Peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar, Senin (26/5) di Jakarta, memberikan penghargaan untuk Kota Medan. Pertama, Plt Walikota Medan T.Dzulmi Eldin didaulat sebagai salah satu Pembina K3 tahun 2014. Selanjutnya, 1223 perusahaan juga diapresiasi karena melaksanakan Zero Accident (kecelakaan kerja nihil) ditambah 405 perusahaan yang dinyatakan telah menerapkan Sistem Manajemen K3. Dengan tiga penghargaan Menakertrans itu, Plt Walikota, Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Medan serta jajaran pejabat di Pemko Medan digadang-gadang berhasil dengan upayanya memberikan perhatian terhadap dunia tenaga kerja di Kota Medan.

Dibanding tahun lalu, data Dinsosnaker Medan memang mengarah terhadap peningkatan jumlah perusahaan dengan Zero Accident sekaligus penerapan SMK3. Sebab, jumlah perusahaan yang Zero Accident di Medan meningkat 35 persen dari tahun 2013 sebanyak 911 bertambah menjadi 1223 perusahaan di tahun 2014. Peningkatan juga terjadi pada jumlah perusahaan yang menerapkan SMK3 meningkat 30 persen, pada tahun 2013 sebanyak 304 perusahaan bertambah menjadi 405 perusahaan.Namun, sepertinya, penghargaan yang hanya diberikan kepada perusahaan serta pemimpin daerah, yakni Plt Walikota Medan ini tidak sejalan dengan kinerja di dalam dinas terkait. Fakta di lapangan, masih banyak tenaga kerja yang diberikan alat pelindung diri (APD) hanya saat sejumlah pejabat sedang berkunjung, itupun hanya perusahaan besar yang menjadi sampel saja. "Pekerja bahkan membeli sendiri APDnya, sepatu, masker, ataupun helm. Mereka hanya diberikan APD jika pabrik/perusahaannya didatangi pejabat. Itu masih berlaku di perusahaan di Kawasan Industri Medan (KIM) Mabar, mungkin juga di tempat lain," tutur Sekertaris FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo melalui telepon selularnya, Senin (2/6).

Dengan kata lain, analisanya, penghargaan tidak sejalan dengan apa yang dialami tenaga kerja. "Satu sisi, penghargaan itu sangat positif, sayang, di lapangan tidak seperti itu. Yang didatangi pejabat atau pengawas hanya beberapa perusahaan/pabrik 'sampel' saja. Tidak etis bila saya menyebutkan nama perusahaannya, yang pelayanan K3 sangat minim tidak sesuai dengan penghargaan tersebut," katanya.Pihak Dinsosnaker Medan, pada Februari 2014, juga sempat menyatakan pernah terjadi kasus K3 di tahun 2013 dan tahun 2012. "Tahun 2012, kita mendata ada 1 kasus K3 yang menimpa pekerja. Di tahun 2013, juga 1 perusahaan dengan 8 orang tenaga kerja sebagai korban. Pengawasan kita lakukan setiap 1 kali setahun ke semua perusahaan. Untuk Medan sendiri, ada 6000an perusahaan yang tergolong kategori sedang dan besar dengan resiko kecelakaan tinggi. Kita selalu menekankan tentang APD, baik ke pengusahaanya maupun tenaga kerjanya. Begitupun saat Upacara K3,kita mengingatkan kembali seluruh elemen tentang pentingnya menekankan K3 ke pengusahadan tenaga kerja," tutur Kasi K3, Rosmalina Dewi Februari 2014.Dia juga menyebutkan, ada 17 perusahaan yang mendapatkan penghargaan berturut-turut. "Dari hasil pemeriksaan tim dari kabupaten/kota dan provinsi, 17 perusahaan itu berturut-turut mendapatkan penghargaan. Bagi perusahaan yang diberikan penghargaan, mereka harus bersih dari kasus K3 selama 2 tahun dan dinilai kembali pada tahun ke 3. Artinya, yang tidak bisa adalah perusahaan yang telah mengalami kasus K3 baik personal maupun lingkungan kerja selama 2 tahun berturut-turut," sebutnya. Bila begitu, dari 6000an perusahaan kategori sedang dan besar dengan resiko tinggi, hanya 1223 perusahaan yang zero accident atau sekira 21-22 persen saja. Begitupun yang menerapkan SMK3, hanya 405 perusahaan atau sekira 7-8 persen saja. Artinya, masih lebih dari 3/4 perusahaan yang belum terbina dengan baik. Jika begitu, apakah penghargaan K3 ini hanya jadi motivasi atau sindiran bagi Pemerintah Kota Medan? Selain itu, adakah penghargaan bagi tenaga kerja yang telah menerapkan K3? Mengingat, penekanan K3 ini merupakan salah aspek perlindungan ketenagakerjaan sekaligus hak dasar dari setiap tenaga kerja.


BUKU TAMU



PESAN DAN SARAN


Kegiatan Bulan Mei 2021
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Ming
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31



Maps
Vidio MP3EI
JAJAK PENDAPAT

BAGAIMANA MENURUT ANDA TAMPILAN DAN ISI DARI WEBSITE INI?


STATISTIK WEBSITE

  Jumlah pengunjung hari ini : 1
  Jumlah pengunjung bulan ini: 730
  Jumlah hits hari ini : 209
  Total hits : 711.810
  Total pengunjung : 5.764
  Jumlah pengunjung online: 1


Download aplikasi Cinlok Medan

Copyright © 2013 DINAS KETENAGAKERJAAN PEMERINTAH KOTA MEDAN V.03 hak cipta dilindungi undang-undang
Jl. KH. Wahid Hasyim No. 14 Medan 20154, Sumatera Utara, Indonesia.
Telp. +62 61 4514424, +62 61 4511428 e-mail:sekretariat@dinsosnaker-medan.info
Copyright © 2021 DINAS KETENAGAKERJAAN PEMERINTAH KOTA MEDAN V.01 Mobile hak cipta dilindungi undang-undang
Jl. KH. Wahid Hasyim No. 14 Medan 20154, Sumatera Utara, Indonesia.
Telp. +62 61 4514424, +62 61 4511428 e-mail:sekretariat@dinsosnaker-medan.info

Download aplikasi Cinlok Medan